Air Minum yang layak dikonsumsi? Ya hasil Pureit Marvella!

20 Jun 2014

Membaca fakta tentang air di blog atau sumber lain, kadang bisa membuat kita terheran-heran sendiri dan pada akhirnya membuat kita menengadah ke atas sambil mengucap syukur. Mengucap syukur bahwa kita masih diberikan nikmat oleh Yang Maha Kuasa untuk bisa menikmati air yang membantu kelangsungan hidup kita dan beraneka mahluk di muka bumi ini.

60d88eb2520d59ff96d30275ff32e20b_hebatnya-gajah

Siapa yang tahu kalau ternyata gajah bisa mencium bau air dari jarak 3 mil (1 mil = 1,609 km)? Hebat bukan? Atau fakta bahwa hanya 3 persen saja air di muka bumi ini yang berbentuk air segar (fresh water). Sisanya 97 persen adalah air laut. Nah, dari tiga persen itu ternyata hanya 30% yang ada di daratan, sisanya masih terperangkap dalam bentuk es yang memang semakin lama semakin mencair juga oleh proses global warming. Kalau proses pencairan itu dibiarkan terus, maka malapetaka akan terjadi. Jumlah daratan pun akan berkurang.

Ternyata manusia di bumi hanya bisa menggunakan kurang lebih 3% dari total air yang ada

Ternyata manusia di bumi hanya bisa menggunakan kurang lebih 2,5% dari total air yang ada

Itu baru fakta yang berbicara tentang jumlah air. Belum lagi fakta-fakta yang menyedihkan di berbagai belahan dunia yang menggambarkan tentang sulitnya air didapatkan. Satu milyar orang di muka bumi ini diperkirakan tidak punya akses untuk air yang layak minum. Penyakit Diare menjadi penyebab nomor dua kematian balita di dunia, lagi-lagi akibat kurangnya air bersih. Dan fakta lain, bahwa 4.100 anak balita meninggal setiap harinya akibat minum air yang tidak memenuhi syarat (Data UNICEF).

75e7eeb9eeb903200ad479a2b5fe335e_ibu-minum-air-keran

Padahal tubuh kita sebagian besar terdiri atas air. Ada yang mengatakan bahwa 55 - 78 persen dari berat tubuh kita berasal dari kandungan air didalamnya. Saat bayi dalam kandungan, bisa dikatakan tubuhnya terdiri dari hampir 100% air. Jumlah ini menurun seiring dengan bertambahnya umur seseorang sampai mendekati hanya 50% saat kita tua nanti.

Komposisi air dalam tubuh menurun seiring usia. Sumber: kangen.net

Komposisi air dalam tubuh menurun seiring usia. Sumber: kangen.net

Air merupakan pelarut universal yang mampu melarutkan dan menyerap senyawa berlebih dalam tubuh kita dan selanjutnya mengeluarkannya. Merupakan bahan utama dari darah dan cairan getah bening, air mengangkut nutrisi dan oksigen ke semua 100 trilyun sel kita dan membawa pergi produk limbah dan karbon dioksida. Proses ini mengakibatkan ginjal harus menyaring sekitar 400 galon darah setiap harinya! Air juga berfungsi sebagai pelumas, yang mencegah gesekan antara bagian yang bergerak dalam tubuh kita, dan memungkinkan gerakan licin makanan melalui sistem pencernaan kita. Secara keseluruhan air lah yang membuat tubuh kita menjadi fleksibel.

Dengan begitu pentingnya peran air dalam kehidupan kita maka seberapa sehat air yang kita minum menjadi sangat penting. Kalau seseorang mengkonsumsi air minum yang tidak memenuhi syarat maka bisa dipastikan kesehatannya akan terganggu. Apa saja persyaratan tersebut? Syarat-syarat yang lengkap dapat dilihat dari peraturan menteri kesehatan dan syarat yang dikeluarkan dari WHO atau organisasi kesehatan dunia.

d67edee0b1c2fcc4d657c4429be0e44d_timba-air-di-natwarghad

Peraturan Menteri Kesehatan

Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 736 tahun 2010 tentang Pengawasan Kualitas Air Minum mendefinisikan air minum sebagai berikut:

Air minum adalah air yang melalui proses pengolahan atau tanpa proses pengolahan yang memenuhi syarat kesehatan dan dapat langsung diminum

Selain tentang pengawasan kualitas, Kementerian Kesehatan juga telah mengeluarkan peraturan tentang Persyaratan Kualitas Air Minum yaitu Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 492 tahun 2010. Dalam peraturan tersebut jelas tertulis apa-apa saja zat-zat yang boleh dan tidak boleh terkandung dalam air yang dikatakan siap minum. Ambil contoh misalnya, dalam air yang siap minum tidak diperbolehkan mengandung bakteri E. coli atau bakteri koliform lainnya. Tidak diperbolehkan artinya, satu bakteri saja terdapat dalam air maka air itu bisa dikatakan bukan air minum. Ini baru syarat bakteriologis, belum lagi berbagai syarat-syarat lainnya menyangkut jumlah zat kimia anorganik, kimia organik, dan kondisi keradioaktifannya. Pokoknya, untuk menentukan suatu air yang bisa disebut air minum harus memenuhi berbagai syarat-syarat tersebut sebagaimana tertuang dalam peraturan menteri tadi.

Apa-apa saja yang boleh terkandung atau tidak terkandung dalam suatu air minum? Kalau boleh terkandung, sampai berapa banyak? Nah, Supaya lebih lengkap saya coba ringkaskan sebagai berikut:

Pertama, ada dua parameter yang jadi bahan acuan. Yaitu Parameter Wajib dan Parameter Tambahan. Untuk Parameter Wajib dibagi menjadi dua lagi yaitu Parameter yang langsung berhubungan dengan kesehatan dan Parameter yang tidak langsung berhubungan dengan kesehatan.

Parameter yang berhubungan dengan kesehatan dibagi atas:

  1. Parameter Biologi, parameter ini mengharuskan tidak ditemukannya satupun kuman E. coli atau bentuk kuman koliform lainnya dalam tiap 100 ml sampel air. Jadi, kalau ternyata satu kuman saja ditemukan dalam sampel tersebut maka air tersebut tidak layak minum.
  2. Parameter Kimia an-organik, mengatur kadar maksimum yang diperbolehkan untuk zat-zat berikut: Arsen, Fluorida, Kromium, Kadmium, Nitrit, Nitrat, Sianida, dan Selenium. Untuk Fluorida misalnya, kadar maksimum yang diperbolehkan adalah 1,5 mg per liter sedangkan untuk Selenium misalnya, kadar maksimum yang diperbolehkan adalah 0,01 mg per liter air. Kenapa dua bahan ini penting? Fluorida biasanya terdapat dalam pasta gigi dan Selenium dalam sampo. Artinya, jika bahan-bahan ini ditemukan dalam sampel air maka ada kemungkinan telah terjadi pencemaran air oleh limbah rumah tangga khususnya air bekas permandian.

Untuk parameter yang tidak langsung berhubungan dengan kesehatan dibagi atas:

  1. Parameter fisik, yang mencakup bau, warna, total zat padat yang terlarut, kekeruhan, rasa dan suhu. Untuk syarat fisik ini cukup jelas karena sebagian besar kasat mata. Sampel air yang kemungkinan layak minum pastilah harus tidak berbau, tidak berwarna, tidak berasa, dan tidak keruh. Oh iya, yang kita bicarakan ini sumber airnya ya… Jangan sampai pembaca ada yang salah pengertian sehingga menganggap berbagai jenis minuman dalam kemasan jadi tidak layak diminum.
  2. Parameter kimiawi, mencakup beberapa konsentrasi zat dan syarat tambahan lainnya. Untuk konsentrasi zat misalnya, diatur berapa kadar maksimum yang masih bisa ditoleransi. Zat-zat ini antara lain: Aluminium, Besi, Klorida, Mangan, Seng, Sulfat, Tembaga, dan Amonia. Sedangkan syarat tambahan lainnya terdiri dari: pH atau keasaman dan kesadahan. Kadar keasaman air yang diperbolehkan untuk air minum adalah 6,5 - 8,5 sedangkan untuk kesadahan maksimum adalah 500 mg per liter. Buat yang belum mengerti apa itu kesadahan, kesadahan menggambarkan berapa banyak mineral yang terkandung dalam air. Semakin banyak mineralnya membuat air tersebut menjadi air sadah atau air keras dan semakin sedikit kandungan mineral maka air akan menjadi air lunak. Contoh gampang untuk melihat kesadahan air adalah dengan menggunakan sabun. Makin cepat sabun berbusa maka air itu semakin tidak sadah, namun jika air tak kunjung berbusa maka tingkat kesadahannya makin tinggi.

Sedangkan untuk Parameter Tambahan dibagi atas 2 bagian besar yaitu:

  1. Kimiawi, parameter ini dibagi lagi menjadi 4 bagian sebagai berikut: (a) Bahan an-organik, menjabarkan kadar maksimum yang masih dapat ditoleransi untuk zat-zat berikut: air raksa, antimon, barium, boron, molybdenum, nikel, sodium, timbale, uranium. (b) Bahan organik, menjabarkan kadar maksimum beberapa bahan organik yang masih diperbolehkan antara lain: Kalium permanganate, deterjen, turunan zat mengandung klorin, hidrokarbon aromatic (contohnya: bensin, dan berbagai jenis bahan bakar cair lainnya), dan lain-lain seperti EDTA (Etilen Diamin Tetra Asetat) dan NTA (Asam Nitrat Triasetat). (c) Pestisida, yaitu ada tidaknya bahan pestisida seperti DDT, Permethrin, dan lain-lain. Dan kalau ada, berapa banyak konsentrasi maksimum yang diperbolehkan untuk setiap liter sampel air. (d) Desinfektan dan hasil sampingannya, hampir sama dengan pestisida indikator ini untuk melihat apakah ada kemungkinan pencemaran dari bahan pembersih lantai misalnya.
  2. Radioaktifitas, ini membahas kandungan bahan radioaktif yang mungkin terkandung dalam sampel air minum. Untuk mengetahuinya, dilakukan pemeriksaan kadar Gross Alpha dan Gross Beta. Untuk Gross Alpha, yan gdiperbolehkan adalah maksimun 0,1 Bq per liter dan Gross Beta 1 Bq per liter. Pengukuran radioaktifitas ini biasanya dilakukan dengan alat khusus yaitu detector Geiger Muller.

Selain dari acuan yang dikeluarkan Kementerian Kesehatan tersebut, bisa juga kita baca pedoman untuk air minum yang dikeluarkan oleh WHO atau Organisasi Kesehatan Sedunia. Pedoman ini berjudul “Guidelines for Drinking-water Quality“. Edisi terbarunya sudah mencapai edisi 4 (empat) dengan jumlah halaman sebanyak 564 halaman. Di pedoman ini air yang layak minum harus memenuhi persyaratan 3 aspek yaitu: aspek mikroba (microbial aspect), aspek kimia (chemical aspect), dan aspek radiologi (radiological aspect). Pada intinya hampir sama dengan apa yang dikeluarkan oleh Kementerian Kesehatan, hanya lebih mendetil tentang kandungan zat-zat berbahaya termasuk juga membahas tentang penyediaan air di berbagai tempat penampungan termasuk di lokasi pengungsian.

Nah, daripada bingung mencari solusi akan keamanan air yang akan kita minum apakah sudah memenuhi persyaratan atau tidak, lebih baik langsung saja menggunakan Pureit. Pureit adalah inovasi teknologi dari Unilever untuk membuat air yang layak langsung dikonsumsi dari air keran. Saat ini Pureit memiliki dua produk yaitu Pureit Classic dan yang terbaru yaitu Pureit Marvella.

Pureit Classic bekerja dengan teknologi canggih 4-tahap pemurnian airTeknologi Germkill” untuk menghasilkan air yang benar-benar aman terlindungi sepenuhnya dari bakteri dan virus. Sangat praktis digunakan, tinggal menuangkan air mentah dari air PAM atau air yang biasa dimasak ke dalamnya, maka setelahnya air bisa langsung diminum tanpa perlu dimasak lagi. Dengan demikian, hemat bahan bakar dan juga hemat listrik karena tidak memerlukan listrik dalam pengoperasiannya.

6e7718a5aea965a7eb75ce19e42db84b_pureit-classic

Sedangkan Pureit Marvella adalah pemurni air berteknologi UV pertama di Indonesia, yang dapat mengubah air keran menjadi air minum dengan kemudahan karena tak perlu repot mengisi ulang berhubung langsung terhubung dengan sumber air. Pureit Marvella sangat cocok untuk konsumen bergaya hidup modern yang sangat mementingkan kepraktisan.

f774e1c8adddca6707fe5e602dd85c77_pureit-marvella

Keunggulan Pureit Marvella adalah :

  1. Air yang dihasilkan terlindungi dari kuman berbahaya. Pureit Marvella sudah memenuhi kriteria ketat EPA (Environmental Protection Agency) di Amerika Serikat dan juga sudah teruji di Scottish Parasite Diagnostic Laboratory Glasgow Inggris, London School of Hygiene and Tropical Medicine, dan Unilever Laboratory.
  2. Nyaman, karena Pureit Marvella terhubung langsung ke pipa air dengan sistem autofill/ pengisian otomatis, sehingga sangat praktis tanpa harus melakukan pengisian ulang.

Komponen penyaring Pureit Marvella. Sumber: pureitwater.com/ID

Komponen penyaring Pureit Marvella. Sumber: pureitwater.com/ID

Pureit Marvella bekerja melalui 4 tahap pemurniansebagai berikut:

  1. Filter Sedimen, menghilangkan kotoran yang terlihat
  2. Filter Karbon Aktif, menghilangkan parasit, pestisida, klorin, rasa dan bau
  3. Filter Sedimen Plus, menghilangkan partikel karbon dan sisa kotoran
  4. Sinar UV Intensitas tinggi, menghilangkan kuman, parasit, dan bakteri berbahaya

Untuk mendukung pengoperasiannya, Pureit Marvella juga dilengkapi beberapa fitur unik sebagai berikut:

  1. Advance Alert System, memberi petunjuk 150 liter sebelum filter GKK habis (estimasi sekitar 15 hari untuk pemakaian 5 orang). Asumsi 2 liter/ orang/ hari
  2. Auto shut off, menghentikan aliran air ketika lampu UV atau komponen penting lain dalam Pureit Marvella tidak berfungsi
  3. Kapasitas Penyimpanan 4 Liter.
  4. Perlindungan fluktuasi tegangan listrik untuk mencegah kerusakan akibat perubahan tegangan listrik yang tiba-tiba.

Perhitungan jumlah penghematan jika menggunakan Pureit Marvella dibanding jika harus memasak air atau membeli air galon per tahunnya adalah sebesar Rp 225.000,- sampai Rp 1.750.000,- Penghematan ini juga didukung oleh pergantian filter yang hanya perlu dilakukan setelah menyaring atau memurnikan 3000 liter air. Hemat bukan?

Penghematan jika menggunakan Pureit Marvella. Sumber: pureitwater.com/ID

Penghematan jika menggunakan Pureit Marvella. Sumber: pureitwater.com/ID

Selain itu ada dukungan layanan purna jual yang akan menambah penghematan kita sebagai berikut:

  1. Pemasangan gratis Pureit Marvella, yang akan dipasang oleh teknisi Pureit yang berpengalaman tanpa dikenakan biaya pemasangan. Sebelum dipasang sumber air akan dicek untuk pengecekan dasar.
  2. Garansi 1 tahun - Unilever memberikan jaminan garansi 1 tahun untuk kerusakan dari pabrik.

95a3c69fc28f6610223ac07bb8f70eac_ramai2-pakai-pureit

Untuk layanan purna jual ini pembaca bisa langsung menghubungi:

Suara Konsumen Pureit (pulsa lokal) 500258 (PSTN) atau 500258 (GSM)

Email : pureit.indonesia@unilever.com

Website : www.pureitwater.com/ID/

Kurang apa lagi? Ayo gunakan Pureit sekarang jika ingin air minum yang sesuai dengan standar kesehatan yang siap langsung diminum!


TAGS Germkill Pureit Pureit Marvella water purifier Pureit Water air jernih air pureit


-

Profil Saya

It's Me!
@rachmatwilly
rachmat_willy@yahoo.com

Vertigo blogger yang mencoba belajar menulis lewat Blogdetik. Ada tulisan tentang penyakit vertigo sebagai tema utama blog ini, ada tulisan tentang berbagai hal yang ditemui sehari-hari, dan juga tulisan untuk partisipasi dalam berbagai lomba yang diadakan oleh Blogdetik. Jadi, selamat membaca dan berkomentar ya...

Follow Me

Search

Tulisan Terbaru